Gelar Sidak, Satpol PP Nganjuk bersama Bea Cukai Kediri Berhasil Amankan 106.140 Batang Rokok Ilegal

Sebagai upaya menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk

NganjukIfaktual.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan sidak (inspeksi mendadak) peredaran rokok ilegal. Dengan menggandeng Kantor Bea Cukai Kediri, sidak menyasar pada sejumlah warung, toko maupun kios.

Tim Gabungan yang terdiri dari Kantor Bea Cukai Kediri, Polres Nganjuk, Kodim Nganjuk, Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang), Satpol-PP, dan Diskominfo berhasil mengamankan 106.140 batang rokok ilegal.

Hal ini tidak lain untuk menekan peredaran rokok ilegal di Kabupten Nganjuk, demikian yang disampaikan oleh Kepala Satpol-PP Suharono saat menggelar press release di Aula Satpol PP Selasa (14/5/2024) siang.

Ka Satpol-PP Suharono menyampaikan, bahwa keberadaan rokok ilegal di wilayah Kabupaten Nganjuk masih mengkhawatirkan, sebab masih banyak temuan rokok ilegal yang dijual secara bebas, baik di warung maupun toko-toko kelontong.

“Hari ini, kami bekerjasama dengan Kantor Bea Cukai Kediri serta pihak-pihak terkait berhasil mengamankan 26 bal berisi 106.140 batang rokok ilegal. Ini kami dapati di wilayah Kecamatan Tanjunganom sebanyak 105.000 batang dan di wilayah Kecamatan Rejoso sebanyak 1.140 batang rokok ilegal,” ujarnya.

Jika dikalkulasikan secara rupiah, total barang temuan tersebut sekitar 79 juta lebih. Dengan begitu, Ka Satpol-PP Suharono mengindikasikan bahwa Kabupaten Nganjuk ini sebagai salah satu wilayah pemasaran rokok ilegal.

“Maka dari itu, kita harus terus waspada tentang keberadaan rokok ilegal yang masih marak di wilayah Nganjuk. Kegiatan sidak seperti ini sangat penting dan berpengaruh besar dalam hal menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk. Mari kita bersama-sama memberantas peredaran rokok ilegal ini dengan terus bersinergi seperti ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hendratno Argo Sasmito, selaku fungsional Bea Cukai Kediri, menginformasikan bahwa 4 ciri rokok ilegal yakni, rokok polos atau rokok tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok dengan pita cukai salah peruntukkannya.

Para pedagang dihimbau agar tidak lagi menjual rokok ilegal karena dapat merugikan negara. Pihaknya berharap, dengan kegiatan seperti ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung mengenai perbedaan rokok ilegal dan legal. Dengan demikian, tentunya diharapkan pedagang hanya menyediakan rokok legal dan menolak ketika ada yang menawarkan rokok ilegal.

“Stop peredaran rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk. Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena sangat mengurangi peredaran rokok ilegal,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *