Imbauan Kemenag Kepada Jamaah Haji Jelang Keberangkatan dari Madinah Ke Mekkah

Ifaktual.com – Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial.

Setiap tahunnya, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci, Makkah, untuk menjalankan rangkaian ibadah yang penuh makna dan spiritual. Mengutip Kemenag, sejak 12 Mei 2024, jemaah haji Indonesia telah berada di Madinah dan akan mulai diberangkatkan secara bertahap ke Makkah Al-Mukarramah mulai 20 Mei 2024.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah mengeluarkan beberapa imbauan penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh jemaah haji Indonesia menjelang keberangkatan mereka.

Menurut Kepala Daker Madinah, Ali Machzumi, ada enam poin penting yang harus diperhatikan oleh jemaah.

“Ada enam poin imbauan yang kami harap diperhatikan oleh jemaah haji Indonesia yang akan berangkat dari Madinah menuju Makkah,” terangnya di Madinah pada Minggu (19/5/2024).

Saat ini, tercatat sudah ada 52.116 jemaah yang berada di Madinah. Mereka tergabung dalam 134 kelompok terbang dan telah tinggal di Madinah sekitar sembilan hari.

Berikut ini adalah poin-poin imbauan yang diberikan oleh PPIH kepada para jemaah:

1. Memakai Pakaian Ihram

Jemaah harus sudah memakai pakaian ihram sejak keluar dari hotel di Madinah. Hal ini penting karena pakaian ihram merupakan salah satu persyaratan dalam menjalankan ibadah haji.

2. Pengaturan Koper Besar

Koper besar harus ditaruh di depan pintu kamar delapan jam sebelum jadwal pemberangkatan dan sudah berada di lobi hotel lima jam sebelum jadwal pemberangkatan. Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan proses pemindahan koper ke bus berjalan lancar.

3. Persiapan di Lobi Hotel

Jemaah diharapkan sudah berada di lobi hotel dua jam sebelum jadwal pemberangkatan. Kehadiran lebih awal ini membantu dalam pengaturan keberangkatan yang lebih tertib dan teratur.

4. Membawa Koper Kecil ke Bus

Koper kecil harus dibawa oleh masing-masing jemaah ke bus sesuai dengan rombongan mereka. Hal ini untuk memudahkan identifikasi barang bawaan dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

5. Barang Bawaan di Bagasi Bus

Barang bawaan yang diperbolehkan masuk ke dalam bagasi bus hanya koper besar, koper kecil, dan kursi roda. Barang lain yang tidak termasuk dalam kategori ini tidak boleh dimasukkan ke bagasi bus untuk menghindari kekacauan.

6. Larangan Mengikat Koper dengan Barang Lain

Jemaah tidak diperkenankan mengikat koper besar dan kecil dengan barang lain seperti bantal leher, kresek, tas tenteng, atau karung. Hal ini dilakukan agar penataan koper dalam bagasi bus bisa lebih rapi dan tidak mengganggu ruang.

7. Pemeriksaan Barang Bawaan

Mohon diperiksa kembali jangan sampai ada barang bawaan tertinggal di kamar dan lobi hotel, atau dalam bus. Pengecekan terakhir ini penting untuk memastikan semua barang jemaah terbawa dengan lengkap.

Dengan memperhatikan imbauan ini, diharapkan proses keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Semoga seluruh jemaah mendapatkan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji dan kembali ke tanah air dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *