Jemaah Haji Dapat Konsumsi Penuh Selama di Arab Saudi, Diimbau Tak Perlu Bawa Beras

Surabayaifaktual.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah menyiapkan 84 kali konsumsi selama di Makkah, dan 15 kali ditambah 1 kali snack saat masa puncak haji di Arafah, Muzdalifa, dan Mina (Armuzna).

 

Mengutip dari laman resmi Kemenag RI pada Sabtu (25/5/2024), Beny Darmawan Kasie Konsumsi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah mengatakan, tahun ini jemaah haji Indonesia selama di Arab Saudi akan mendapatkan konsumsi secara penuh di Makkah, Madinah, maupun di masyair (Armuzna).

 

“Karena sudah mendapat full makan, maka jemaah haji yang masih di Tanah Air tidak perlu membawa makanan seperti beras dan lainnya,” ucap Beny.

 

Jemaah haji Indonesia, kata dia, akan berada di Kota Makkah selama lebih kurang 28 hari. Selama itu, jemaah akan mendapat tiga kali makan setiap harinya, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam.

 

“Jemaah akan mendapatkan makan tiga kali sehari, sehingga total akan memperoleh 84 kali makan selama 28 hari,” papar Beny.

 

Makanan dan minuman jemaah haji Indonesia. Foto: Restu suarasurabaya.net

Dia mengingatkan kepada seluruh jemaah saat mendapatkan makanan, harus segera mengonsumsinya.

 

“Harap dikonsumsi sesuai dengan jam yang tertera di kemasan (boks) makanan. Biasanya jemaah kita suka menunda-nunda, ini jangan dilakukan karena kalau lewat waktunya, makanan sudah tidak layak dikonsumsi,” tuturnya.

 

Ia menambahkan sebagai komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan, pihaknya juga telah melatih para juru masak dari penyedia katering di Makkah.

 

“Ada 57 penyedia catering di Makkah, dan ini kita sudah melakukan pelatihan bagi para juru masaknya. Dan pelatihnya juga diambil dari tenaga-tenaga profesional,” ujarnya.

 

Selain itu, menu makanan juga sudah disesuaikan dengan selera lidah orang Indonesia. Misalnya saja ada menu capcai, sayur jamur, orek telur dan sambal teri kacang.

 

Lebih lanjut, khusus untuk jemaah lansia, menu akan disesuaikan dengan kebutuhan, seperti bubur tim atau makanan yang tidak keras.

 

“Kita juga memprioritaskan menu untuk jamaah haji lansia. Menunya khusus, misalnya nasi lebih lembut atau nasi tim atau bubur,” tutupnya.

 

Kemudian, terkait dengan informasi larangan barang bawaan jemaah haji Indonesia, jemaah tidak perlu membawa rice cooker karena konsumsi yang disediakan oleh petugas sudah tercukupi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *