Pangdam V/Brawijaya Tinjau Pipanisasi TNI AD Manunggal Air di Nganjuk

Nganjuk, Ifaktual.com –  Sebagai wujud bentuk ketahanan pangan sebagai Pertahanan negara. Badai covid 19 dan kemarau panjang El Nino kemarin banyak memberi pelajaran kepada kita semua, sekaligus sebagai alarm peringatan dini bagi negara dan masyarakat tentang perlunya ketahanan pangan serta tata kelola sumber daya air yang baik dan efisien.

 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Kasad TNI AD Mayjen Maruli Simanjuntak melalui Direktur Jenderal di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Asisten Teritorial TNI AD melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementan dengan TNI AD terkait dukungan pelaksanaan kegiatan strategis pembangunan pertanian.

 

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak sepakat untuk memperkuat Perluasan Areal Tanam (PAT) padi melalui kegiatan pipanisasi di lahan-lahan pertanian yang ada di Pulau Jawa, dan kebetulan untuk wilayah jawa timur, Kabupaten Nganjuk terpilih sebagai pilot proyek, yakni di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos.

Secara geografis Desa Kepel dengan ketinggian 800 mdpl berada di lereng gunung Wilis sehingga banyak mata air. Selain untuk kebutuhan air bersih untuk rumah tangga dan ternak, air tersebut juga di pakai untuk mengairi areal persawahan dan perkebunan yang terhampar di sesuaikan dengan landskap alam pegunungan yang berundak naik turun. Air dari mata air mengalir melalui jaringan irigasi dan banyak yang terbuang percuma belum ada tata kelola buatan semuamasih alami.

 

Dengan program TNI AD Manunggal Air di Nganjuk yang bekerja selama 1 bulan lebih dengan 1 orang tenaga ahli dari Markas Besar (Mabes) TNI AD, 5 orang personil dari Pangdam di bantu oleh warga masyarakat desa Kepel dan relawan Abhinaya Upangga, Melaksanakan pipanisasi di 2 titik secara bersamaan yakni, dusun Sobo, Desa Kepel dan Desa Klodan Kecamatan Ngetos. Hasilnya air dari mata air tertampung di bak penampungan dan di alirkan ke bak penampung sejauh 1.5 km melalui jaringan pipa dan mampu mengairi 21 hektar lahan sawah musiman dan perkebunan.

 

Kedatangan Mayjen TNI Rafael Granada Baay, selaku Panglima Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya beserta para petinggi jajaran Pangdam V ini untuk meninjau dan memantau kegiatan TNI AD Manunggal Air tahun 2024 yang di laksanakan di desa Kepel ini pada Senin (27/05/2024). Kedatangan jendral bintang 2 idengan istri di sambut oleh masyarakat sekitar serta beberapa petinggi Kabupaten Nganjuk, Kapolres, Dandim, Kajati dan Sekretaris Daerah di dampingi kepala dinas Pertanian serta perangkat Kecamatan dan Desa Kepel Nganjuk.

 

Penguatan ini, menurut Jendral Rafael, merupakan upaya pemerintah dan TNI AD dalam meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas padi secara nasional menargetkan sebanyak 2 juta hektare lahan sawah kering pada tahun ini sudah terairi dengan baik sehingga ke depan Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan secara mandiri tanpa harus bergantung pada kebijakan impor.

 

Pipanisasi adalah solusi cepat kita dalam menghadapi masalah cuaca terutama di musim kemarau yang di prediksi akan berlangsung lebih lama dari biasanya”, Ungkap sang Jendral.

 

“Alhamdulillah sudah terpasang pipa sepanjang 1,5 km dari sumber mata air yang kemudian kita tampung dan disalurkan melalui jaringan pipa dan kita masukan lagi ke bak penampung hasilnya bisa untuk mengairi lahan 21 hektare. Dengan cara itu produktivitas pertanian bisa kita tingkatkan,karena dengan ketersediaan air sehingga tidak lagi tergantung musim hujan saja karena ketersediaan air yang melimpah”, ujar mantan DanPaspampres ini.

 

Cuaca panas yang menyengat dan medan terjal dan menanjak tak menyurutkan sang Jendral untuk melihat hasil kerja anggotanya dan tak segan beliau menaiki motor trail bersama istri untuk melihat sumber mata air yang ada di atas bukit.

 

Menurut Bonek dalam wawancara singkat menyatakan :”Kegiatan TNI AD Manunggal Air ini masih belum selesai karena kurang beberapa titik lagi untuk membangun bak penampung air sehingga air akan mengalir lebih jauh lagi, setelah kabupaten Nganjuk di nyatakan selesai, kemungkinan program TNI AD Manunggal Air ini akan geser ke Kabupaten Magetan.”,

 

“Dengan pipanisasi bantuan dari TNI AD ini semoga para petani di Kepel dapat melakukan 3 kali musim panen dalam 1 tahun, dengan peningkatn produktivitas tersebut di harapkan akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani di desa Kepel”, ungkap Sundari, Kepala Desa Kepel. (IF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *