Warga Sumatera Selatan Temukan Keponakannya yang Hilang 3 Minggu

Warga Sumatera Selatan Temukan Keponakannya yang Hilang 3 Minggu

Ifaktual.com – Wasmi, warga Desa Tanjung Kari, Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan menemukan keberadaan keponakan perempuannya pada Jumat pagi (5/1/2024).

 

“Postingan kemarin, anak di terminal itu mirip keluarga kami. Sepertinya keponakan saya. Anaknya kakak saya. Rumah orang tuanya tidak jauh dari rumah saya,” Jumat pukul 07.35 WIB.

 

Dua puluh menit kemudian, Samsudin, ayah anak tersebut menghubungi Suara Surabaya. “Putri saya, namanya Yola, umur 18 tahun. Tanggal 3 Desember kemarin dia pamit membeli bakso di dekat rumah, lalu tidak kembali,” kata Samsudin.

 

Saat itu Yola memakai baju hitam garis-garis, celana biru, tidak membawa tas, dan membawa Handphone. “Kami telepon, tapi tidak diangkat,” kata dia.

 

Menurut Samsudin, Yola sudah pergi dari rumah sebanyak empat kali. Lima bulan lalu Yola juga pernah pergi dan akhirnya dijemput di Bogor, Jawa Barat.

 

Sang ayah menduga Yola mengalami depresi, meski belum diperiksakan ke dokter.

Setelah mendapat kabar tersebut, Tim Gate Keeper Suara  Surabaya langsung menghubungi Uyunur Ameylia Laila, petugas Dinas Sosial Sidoarjo yang kemarin, Kamis (4/1/2024) pukul 10.20 WIB, melaporkan penemuan Yola.

 

“Pagi tadi kami menerima info ada warga Sarirogo, Sidoarjo yang mengaku sebagai kerabat jauhnya. Katanya tahu penemuan Yola dari Facebook. Kami sudah video call dengan tantenya (Wasmi, red). Menurut tantenya, benar yang di Sarirogo keluarga jauhnya. Sekarang kami upayakan Yola keluar dulu dari Liponsos. Dinsos Jatim memfasilitasi mengantar Yola ke Sarirogo, sambil menunggu keluarganya yang dari Sumatera Selatan datang,” ujar Uyunur.

 

Sebelumnya, pada Kamis (4/1/2024), Uyunur Ameylia Laila, petugas Dinas Sosial Sidoarjo melaporkan warga menemukan seorang anak perempuan yang kebingungan di Terminal Purabaya pada Rabu sore (3/1/2024).

 

“Kondisinya linglung, menangis, agak ketakutan dan tidak bisa diajak komunikasi. Ditanya nama juga tidak menjawab. Ciri-cirinya rambut panjang sepunggung, memakai hoodie abu-abu, kukunya berkuteks. Waktu kami bawa dia minta dicarikan abangnya. Kami konfirmasi ke pedagang sekitar ini katanya yang dimaksud abangnya adalah pengamen-pengamen,” ujar Uyunur.

Penulis: MayletkopEditor: Mayletkop

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *