Nganjuk – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kembali diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda (JGPG) yang berlokasi di Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Jembatan ini menjadi penghubung strategis antara Desa Puh Kerep, Kecamatan Rejoso dan Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan bagian dari program bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang pelaksanaannya melibatkan kolaborasi antara TNI Angkatan Darat, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Program ini menjadi bukti nyata sinergitas antara pemerintah pusat dan aparat kewilayahan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa TNI AD akan terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Menurutnya, pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk membuka akses wilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Mohamad Taufan Yudha Bhakti, menyampaikan bahwa Jembatan Gantung Perintis Garuda telah selesai 100 persen dan resmi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Jembatan ini diharapkan menjadi solusi mobilitas bagi para petani, pelajar, dan seluruh masyarakat. Dengan akses yang lebih mudah, distribusi hasil pertanian akan semakin lancar sehingga berdampak langsung pada peningkatan perekonomian warga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa pembangunan dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan skala prioritas. Seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan semangat gotong royong antara personel TNI AD, khususnya jajaran Kodim 0810/Nganjuk, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar.
Secara teknis, Jembatan Gantung Perintis Garuda memiliki panjang bentang 60 meter dengan lebar 1,8 meter yang membentang di atas sungai penghubung dua wilayah. Struktur utama menggunakan rangka baja berkekuatan tinggi yang dirancang tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Lantai jembatan menggunakan plat besi tebal yang mampu menahan beban kendaraan roda dua dan roda tiga, baik tanpa muatan maupun bermuatan ringan.
Keberadaan jembatan ini tidak hanya mempersingkat jarak tempuh masyarakat, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan efisiensi waktu perjalanan, terutama bagi pelajar yang berangkat ke sekolah serta para petani yang membawa hasil panen. Dengan konektivitas yang semakin baik, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat diharapkan berkembang lebih cepat dan merata.
Masyarakat Desa Bagor Wetan menyambut antusias peresmian jembatan tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan hadirnya infrastruktur ini, yang selama ini dinantikan sebagai akses vital antar desa dan antar kecamatan.
Melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda, TNI AD kembali menegaskan komitmennya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara profesional yang senantiasa hadir menjadi solusi atas berbagai kesulitan masyarakat di wilayah binaannya. Sinergi antara TNI, pemerintah, dan rakyat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri.












