Pace, Nganjuk – Kehadiran Babinsa sebagai garda terdepan TNI Angkatan Darat di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pembinaan keamanan dan kewilayahan. Lebih dari itu, Babinsa senantiasa hadir sebagai sahabat dan mitra masyarakat dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan warga, termasuk melalui pendampingan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Hal tersebut ditunjukkan oleh Sertu Asnawi, Babinsa Desa Pacewetan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, yang turut berperan dalam mendampingi pelaksanaan program Rutilahu bagi masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan Babinsa merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya nyata TNI AD dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.
Program Rutilahu menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya warga yang masih menempati rumah dengan kondisi kurang memenuhi standar kelayakan, kesehatan dan keselamatan. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, nyaman dan layak untuk dihuni bersama keluarga.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa memiliki peran penting sejak tahap awal kegiatan. Salah satunya dengan membantu melakukan pendataan serta pengecekan kondisi rumah warga secara langsung di lapangan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan sesuai dengan kondisi di wilayah.
Kedekatan Babinsa dengan masyarakat menjadi modal penting dalam pelaksanaan pembinaan teritorial. Dengan mengetahui kondisi warga secara langsung, Babinsa dapat membantu menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat kepada pihak terkait sehingga pelaksanaan program dapat berjalan tepat sasaran.
Tidak berhenti pada tahap pendataan, Babinsa juga turut hadir secara langsung dalam proses pengerjaan renovasi rumah. Dengan semangat gotong royong, Babinsa bersama warga bahu-membahu melaksanakan berbagai pekerjaan, mulai dari membersihkan lokasi, menyiapkan material, menyusun bata, mengaduk campuran semen hingga pekerjaan pembangunan lainnya sesuai kebutuhan.
Keterlibatan Babinsa secara langsung tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat. Semangat gotong royong yang tumbuh di tengah warga juga mendorong kepedulian lingkungan sekitar untuk ikut membantu, baik melalui tenaga maupun dukungan lainnya, sehingga proses renovasi dapat berjalan dengan lebih cepat dan lancar.
Danramil 0810/12 Pace, Kapten Arh Wahyu Dwi Atmoko, menjelaskan bahwa peran Babinsa dalam program Rutilahu tidak sebatas melakukan pendataan dan pemantauan, tetapi juga diwujudkan dengan kehadiran langsung di tengah masyarakat.
“Babinsa merupakan aparat kewilayahan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, Babinsa diharapkan dapat hadir dan memberikan solusi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Dalam program Rutilahu, Babinsa juga ikut membantu proses pengerjaan bersama warga sebagai bentuk kepedulian dan semangat gotong royong,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dengan adanya kebersamaan dalam proses pembangunan rumah, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat berupa hunian yang lebih layak, tetapi juga merasakan kehadiran TNI sebagai bagian dari kehidupan sosial mereka.
Bagi masyarakat penerima manfaat, program Rutilahu memberikan perubahan yang sangat berarti. Rumah yang sebelumnya mengalami berbagai kerusakan, seperti atap bocor, dinding yang rapuh maupun lantai yang belum memadai, secara bertahap diperbaiki sehingga menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat dan nyaman bagi keluarga.
Hunian yang layak juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap kehidupan masyarakat. Kondisi rumah yang sehat dan aman dapat mendukung kesehatan keluarga, memberikan rasa nyaman dalam beraktivitas serta menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak.
Kegiatan pendampingan Rutilahu yang dilakukan Babinsa juga menjadi salah satu bentuk nyata implementasi pembinaan teritorial melalui metode Bakti TNI. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan menunjukkan bahwa TNI senantiasa berupaya hadir dan membantu masyarakat dalam mengatasi kesulitan di wilayah binaannya.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menegaskan bahwa Babinsa merupakan ujung tombak satuan teritorial yang memiliki peran penting dalam membangun kedekatan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Babinsa harus mampu menjadi sahabat masyarakat dan senantiasa hadir ketika warga membutuhkan. Kegiatan pendampingan Rutilahu merupakan salah satu wujud kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong,” tegas Dandim.
Lebih lanjut, menurutnya, pembangunan dan renovasi rumah warga melalui program Rutilahu bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Melalui keterlibatan Babinsa, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat terus tumbuh. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Kehadiran Sertu Asnawi bersama masyarakat dalam pelaksanaan program Rutilahu menjadi gambaran nyata bahwa TNI selalu berupaya berada di tengah-tengah rakyat. TNI bersama rakyat, rakyat bersama TNI, menjadi semangat yang terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di wilayah.
Dengan demikian, program Rutilahu tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga memperkuat persaudaraan, kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bagian dari upaya bersama menuju kehidupan masyarakat yang lebih aman, sehat, nyaman dan sejahtera.













