Berita  

API LAHAN TEBU PERHUTANI MELALAP 6 HEKTARE DI NGADIBOYO, TNI DAN DAMKAR BERGERAK CEPAT CEGAH API MENJALAR KE PERMUKIMAN

NGANJUK – Kebakaran lahan tebu milik Perhutani terjadi di Petak 3B2 RPH Turi KPH Tritik, tepatnya di kawasan Watu Dakon, Dusun Kedungbulu, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Selasa malam. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan tebu dengan luas kurang lebih 6 hektare.

Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 18.45 WIB, ketika seorang pengurus tanaman tebu, Agus (37), sedang berada di sekitar lokasi. Saat itu, Agus melihat adanya kepulan asap disertai titik api yang mulai membakar tanaman tebu di lahan Perhutani.

Melihat kondisi tersebut, Agus segera mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian kepada Suryanto selaku Mantri Perhutani dan Babinsa. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran untuk segera dilakukan penanganan.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara dugaan sementara mengarah pada kemungkinan lahan dibakar oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Untuk memastikan penyebab pasti, diperlukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

DAMKAR BERGERAK CEPAT, CEGAH API MENJALAR KE PEMUKIMAN

Sekitar pukul 19.45 WIB, satu unit kendaraan pemadam kebakaran dari Damkar Rejoso tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan penanganan terhadap titik-titik api.

Kondisi lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga membuat penanganan dilakukan secara cepat dan terukur. Petugas berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak merambat ke lahan tebu lainnya maupun mendekati rumah-rumah warga.

Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan pembasahan pada area yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi munculnya kembali api atau bara yang masih tersisa dan berpotensi menyebabkan kebakaran susulan.

Berbagai unsur di lapangan turut melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.

Setelah melalui proses pemadaman selama beberapa jam, sekitar pukul 21.10 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan penyisiran dan pembasahan pada sejumlah bagian lahan yang berdekatan dengan kebun tebu lainnya untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Selanjutnya, pada sekitar pukul 22.05 WIB, tim pemadam memastikan kondisi di lokasi telah benar-benar aman dan tidak ditemukan lagi titik api maupun kobaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Setelah situasi dinyatakan terkendali, tim pemadam meninggalkan lokasi.

BABINSA BERSAMA UNSUR TERKAIT PASTIKAN SITUASI AMAN

Dalam penanganan kejadian tersebut, unsur kewilayahan bersama pihak Perhutani dan petugas pemadam kebakaran melakukan koordinasi secara intensif. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari upaya membantu pengamanan wilayah dan memastikan perkembangan situasi dapat segera dilaporkan kepada komando atas.

Prioritas utama dalam penanganan kebakaran adalah mencegah api meluas, terutama karena lokasi lahan tebu berada tidak jauh dari kawasan permukiman masyarakat.

Berkat respons cepat dan koordinasi antarunsur, kebakaran dapat dikendalikan sehingga tidak meluas ke permukiman warga maupun kawasan lahan lainnya.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kerugian materiil sementara berupa tanaman tebu yang terbakar dengan luas kurang lebih 6 hektare, dengan estimasi kerugian sekitar Rp10 juta sesuai laporan awal.

DANDIM 0810/NGANJUK: KESELAMATAN WARGA MENJADI PRIORITAS

Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., mengapresiasi respons cepat seluruh unsur dalam menangani kebakaran lahan tebu tersebut.

Menurutnya, kondisi lahan yang terbakar dan lokasinya yang berdekatan dengan permukiman membutuhkan penanganan segera agar api tidak berkembang menjadi lebih besar.

“Kami mengapresiasi langkah cepat petugas, Babinsa, Perhutani, Damkar dan masyarakat dalam merespons kejadian ini. Yang paling utama adalah memastikan api tidak meluas dan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi tetap terjaga,” ujar Dandim.

Dandim juga menegaskan bahwa jajaran TNI melalui Babinsa akan terus membantu melakukan pemantauan wilayah serta berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terjadi kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.

“Babinsa harus terus berada di tengah masyarakat, melakukan pemantauan dan segera berkoordinasi apabila ditemukan titik api maupun potensi kebakaran. Jangan sampai kejadian kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.

Terkait dugaan penyebab kebakaran, Dandim mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, terlebih pada kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di sekitar lahan pertanian, perkebunan dan kawasan hutan. Apabila melihat adanya titik api atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat maupun petugas terkait,” pungkasnya.

API PADAM, WARGA DIMINTA TETAP WASPADA

Kebakaran yang terjadi di Petak 3B2 RPH Turi KPH Tritik akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.

Meskipun api telah padam, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi lahan yang kering dapat memungkinkan bara kembali menyala apabila tidak dilakukan pembasahan secara menyeluruh.

TNI bersama unsur terkait akan terus mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah Kabupaten Nganjuk. Sinergi antara TNI, Perhutani, Damkar, pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas serta melindungi keselamatan warga dan lingkungan.

Pendim 0810/Nganjuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *