Nganjuk – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus ditunjukkan Babinsa Koramil 0810/18 Ngetos, Kodim 0810/Nganjuk. Sertu Manuto bersama Pemerintah Desa Kweden melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan ruas kanan dan kiri jalan serta merapikan ranting pohon yang berada di sepanjang jalan penghubung antardesa di wilayah Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan keamanan lingkungan sekaligus upaya menjaga kondisi sarana jalan agar tetap nyaman digunakan masyarakat. Selain membersihkan rumput liar dan sampah yang berada di sisi jalan, Babinsa bersama pemerintah desa juga melakukan pemangkasan serta merapikan ranting pohon yang menjulur dan berpotensi mengganggu pengguna jalan.
Sejak pagi, Babinsa bersama perangkat pemerintah desa terlihat kompak turun langsung ke lapangan. Dengan menggunakan peralatan kerja yang tersedia, mereka membersihkan berbagai material yang mengganggu di sepanjang ruas jalan. Rumput liar yang tumbuh di kanan dan kiri jalan dibersihkan, sampah dikumpulkan, sementara ranting pohon yang menghalangi pandangan maupun ruang jalan dipotong dan dirapikan.
Keberadaan ranting pohon yang menjulur ke badan jalan tidak hanya mengganggu kerapian lingkungan, tetapi juga berpotensi mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya kendaraan yang melintas. Karena itu, pemangkasan dilakukan sebagai langkah untuk menjaga jalan tetap terbuka, bersih dan aman dilalui.
Sertu Manuto yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan kewilayahan juga terus mendorong masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah desa, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kalau jalan dan lingkungan bersih, tentu masyarakat yang melintas juga merasa lebih nyaman. Karena itu, mari kita biasakan untuk peduli dan bergotong royong menjaga lingkungan,” ujar Sertu Manuto.
Ia menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti bersama pemerintah desa tersebut dilakukan secara rutin dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk menentukan sasaran yang membutuhkan perhatian.
“Setiap kegiatan tentu kita koordinasikan dengan pemerintah desa dan masyarakat. Kita lihat bagian mana yang perlu dibersihkan atau diperbaiki, kemudian kita kerjakan bersama-sama. Dengan cara seperti ini, pekerjaan menjadi lebih ringan dan hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu sarana mempererat hubungan antara Babinsa, pemerintah desa dan masyarakat. Komunikasi yang terjalin melalui kegiatan bersama di lapangan diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam menjaga kebersihan, keamanan serta kondisi fasilitas umum di wilayah.
Babinsa sebagai aparat kewilayahan tidak hanya memiliki tugas dalam pembinaan keamanan dan ketahanan wilayah, tetapi juga dituntut untuk mampu menjadi penggerak dan motivator masyarakat dalam berbagai kegiatan positif. Salah satunya melalui kegiatan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M. Taufan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan Babinsa bersama pemerintah desa tersebut. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti membersihkan jalan dan merapikan ranting pohon memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat apabila dilakukan secara rutin dan bersama-sama.
“Babinsa harus mampu menjadi contoh sekaligus penggerak masyarakat di wilayah binaannya. Kegiatan membersihkan jalan seperti ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus upaya membantu masyarakat agar fasilitas umum tetap terawat,” ungkap Letkol ARH M. Taufan.
Dandim menilai semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga kondisi lingkungan desa. Dengan keterlibatan masyarakat, berbagai persoalan lingkungan dapat ditangani secara cepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa atau aparat kewilayahan. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dandim berharap kegiatan seperti yang dilakukan di Desa Kepel dapat menjadi contoh positif bagi wilayah lainnya. Menurutnya, lingkungan yang bersih, rapi dan terawat akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Jalan merupakan fasilitas yang digunakan bersama. Kalau kanan kirinya bersih, rumput liar tidak menutup badan jalan dan ranting pohon tidak mengganggu pengguna jalan, tentunya masyarakat akan lebih nyaman dan aman ketika melintas. Mari kita rawat fasilitas yang ada secara bersama-sama,” tambahnya.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat kebersamaan masyarakat. Gotong royong bukan hanya menyelesaikan pekerjaan secara fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
Melalui kegiatan kerja bakti yang dilakukan secara rutin, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa kebersihan lingkungan harus dijaga secara berkelanjutan. Tidak hanya ketika ada kegiatan kerja bakti, tetapi juga melalui kebiasaan sehari-hari dengan tidak membuang sampah sembarangan serta ikut merawat fasilitas umum.
Dengan kondisi ruas jalan yang lebih bersih, rapi dan bebas dari ranting pohon yang mengganggu, masyarakat pengguna jalan diharapkan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata sinergi antara Babinsa, pemerintah desa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan tertata.
Kegiatan kerja bakti ini akan terus didorong sebagai bagian dari pembinaan teritorial di wilayah Koramil 0810/18 Ngetos. Melalui kehadiran Babinsa di tengah masyarakat, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh sehingga kebersihan dan keamanan sarana prasarana desa dapat terjaga dengan baik.
“Bersih lingkungannya, nyaman jalannya, kuat kebersamaannya.” Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kabupaten Nganjuk.













