Nganjuk – Upaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terus dilakukan oleh aparat kewilayahan Kodim 0810/Nganjuk melalui kegiatan pendampingan dan gotong royong bersama warga. Salah satunya terlihat dalam pembangunan sumur milik Bapak Samsi, yang beralamat di Dusun Semanding RT 007/RW 002, Desa Tempuran, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk.
Dalam kegiatan tersebut, personel TNI bersama masyarakat turut bekerja secara langsung di lokasi pembangunan sumur. Kegiatan dilakukan dengan penuh semangat gotong royong, mulai dari proses pekerjaan di dalam area sumur hingga penataan material di sekitar lokasi.
Pembangunan sumur tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Keberadaan sumber air yang memadai sangat penting bagi masyarakat pedesaan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun keperluan lainnya.
Berdasarkan hasil pekerjaan di lapangan, proses pembuatan sumur telah mencapai kedalaman sekitar 10 meter dengan diameter kurang lebih 100 sentimeter. Untuk mendukung keamanan serta kelanjutan proses pembangunan, juga telah dilaksanakan pemasangan besdeker sebanyak 5 buah.
Kondisi lokasi yang dipenuhi material batu dan tanah membutuhkan tenaga serta kehati-hatian dalam proses pengerjaannya. Karena itu, keterlibatan Babinsa bersama masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat pekerjaan sekaligus mendorong semangat kebersamaan warga.
Tampak dalam kegiatan tersebut, personel TNI tidak hanya memberikan pendampingan dari luar lokasi, namun turut membantu pekerjaan secara langsung. Dengan mengenakan seragam lapangan, personel TNI bersama warga bahu-membahu melaksanakan pekerjaan pembangunan sumur di tengah kondisi medan yang cukup berat.
Kegiatan gotong royong seperti ini sekaligus menjadi sarana bagi Babinsa untuk semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga diharapkan mampu mengetahui secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah binaannya.
Selain membantu pekerjaan fisik, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Melalui komunikasi dan kerja bersama, hubungan antara TNI dengan masyarakat dapat semakin erat sehingga tercipta suasana kebersamaan, kepedulian dan saling membantu.
Pembangunan sumur dengan kedalaman mencapai 10 meter tersebut tentunya membutuhkan proses pekerjaan secara bertahap. Oleh sebab itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Babinsa juga mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan faktor keselamatan selama melaksanakan pekerjaan, mengingat pembangunan dilakukan pada area dengan kedalaman cukup signifikan. Setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati agar seluruh proses dapat berjalan aman dan lancar.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T. menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah binaannya.
“Babinsa harus selalu hadir dan berupaya membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Gotong royong seperti pembangunan sumur ini bukan hanya menyelesaikan pekerjaan secara fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian antara TNI dengan masyarakat,” ujar Dandim 0810/Nganjuk.
Menurutnya, kebutuhan air merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian bersama. Dengan adanya pembangunan sumber air di lingkungan warga, diharapkan dapat memberikan manfaat serta mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kami berharap pembangunan sumur ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Yang tidak kalah penting, semangat gotong royong harus terus dipertahankan karena dengan kebersamaan berbagai pekerjaan yang berat akan menjadi lebih ringan,” tambahnya.
Dandim juga menekankan kepada seluruh jajaran Babinsa agar terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta aktif melihat kondisi di wilayah masing-masing.
“TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus terus dijaga. Setiap kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.
Kegiatan pembangunan sumur di Dusun Semanding, Desa Tempuran tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Masyarakat dan personel TNI saling membantu dalam setiap tahapan pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.
Dengan semangat gotong royong tersebut, pembangunan sumur diharapkan dapat segera diselesaikan dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Selain memberikan manfaat secara langsung bagi pemilik rumah, keberadaan sumber air juga diharapkan mampu mendukung kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa keberadaan Babinsa bukan hanya dalam kegiatan keamanan dan kewilayahan, tetapi juga hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, pembangunan serta membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaannya.













