Nganjuk – Kepedulian TNI AD terhadap masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di wilayah binaan. Salah satunya yang dilakukan oleh Babinsa Desa Kweden, Serda Dantoni dari Koramil 0810/18 Ngetos, Kodim 0810/Nganjuk, yang turun langsung membantu petani memanen padi di area persawahan Dusun Pandansili, Desa Kweden, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, pada musim panen tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan Babinsa kepada para petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan di wilayah binaan. Dengan penuh semangat, Serda Dantoni bersama para petani memanen padi menggunakan alat perontok sederhana yang berada di tengah sawah.
Serda Dantoni mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain menjaga keamanan wilayah, Babinsa juga memiliki tugas membantu masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk pertanian.
“Sebagai aparat kewilayahan, kami selalu siap membantu masyarakat. Kehadiran Babinsa di sawah diharapkan dapat meringankan pekerjaan petani serta memberikan semangat agar hasil panen dapat maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, pada musim tanam tahun 2026 ini, para petani di Desa Kweden sudah mulai melakukan panen pada bulan Maret. Setelah panen selesai, sebagian lahan akan kembali ditanami padi pada bulan April untuk musim tanam kedua tahun ini.
Para petani pun merasa sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang ikut turun langsung ke sawah. Selain membantu pekerjaan panen, kehadiran TNI juga memberikan motivasi dan semangat bagi para petani.
Salah satu petani setempat, Wiyono, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan Babinsa kepada para petani.
“Alhamdulillah kami sangat senang karena pekerjaan panen terasa lebih ringan dengan bantuan dari Babinsa. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Kweden menanam padi bukan untuk dijual, melainkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Hal ini dikarenakan rata-rata petani di desa tersebut hanya memiliki lahan sawah dalam jumlah kecil, bahkan sebagian besar kurang dari satu hektare.
“Panen ini biasanya cukup untuk konsumsi sendiri. Kalau masih kurang, biasanya kami campur dengan ketela pohon atau jagung. Yang penting keluarga tetap bisa makan,” tambahnya.
Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Kweden dapat terus meningkat sehingga mampu menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk, Letkol Inf Andri Setiawan (contoh nama jabatan), memberikan apresiasi terhadap peran aktif Babinsa di lapangan dalam membantu masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Babinsa yang selalu hadir di tengah masyarakat. Pendampingan kepada petani merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah,” ujar Dandim.
Ia juga menegaskan bahwa para Babinsa di wilayah Kodim 0810/Nganjuk akan terus aktif mendampingi masyarakat, khususnya para petani, mulai dari masa tanam hingga masa panen.
“Kemanunggalan TNI dengan rakyat harus terus dijaga. Dengan kebersamaan seperti ini, berbagai kesulitan masyarakat dapat diatasi bersama,” pungkasnya.
