Peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) Serka Wasis Pujianto Babinsa desa Balongrejo dalam pendampingan petani di Desa Balongrejo dalam pelaksanaan pemupukan padi sangat penting dan multifungsi.(Selasa 24/3/2026).
Babinsa membantu menyosialisasikan teknik pemupukan yang tepat, termasuk jenis pupuk, dosis, waktu aplikasi, dan cara pemupukan yang efisien sesuai rekomendasi dinas pertanian.Mereka turun ke sawah untuk mendampingi petani dalam praktik pemupukan, memastikan petani tidak keliru dalam penerapannya.
Babinsa berperan menjembatani petani dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) atau dinas pertanian setempat untuk mendapatkan informasi terbaru tentang pemupukan berimbang atau program pemerintah terkait pupuk bersubsidi.
Membantu memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani di Desa Balongrejo. Mencegah penyalahgunaan pupuk (misalnya, pupuk bersubsidi dialihgunakan) dan memastikan petani menggunakan pupuk sesuai anjuran. Memantau stok pupuk di tingkat desa agar tidak terjadi kelangkaan saat musim pemupukan.
Babinsa mendorong petani untuk berkelompok (misalnya, dalam Gapoktan) agar pemupukan bisa dilakukan secara lebih terorganisir, efisien, dan mudah didampingi. Mengkoordinasi kegiatan sekolah lapang atau demplot (demonstrasi plot) pemupukan untuk menunjukkan dampak positif pemupukan yang benar.Dengan pendampingan pemupukan yang tepat, Babinsa turut berkontribusi pada peningkatan hasil panen padi, yang berdampak pada ketahanan pangan desa. Membantu petani mengantisipasi cuaca atau kondisi lahan saat pemupukan, misalnya dengan menyesuaikan jadwal pemupukan agar tidak terbuang pernanaman .Mencatat perkembangan kegiatan pemupukan dan melaporkan kepada pihak terkait (koramil, dinas pertanian) untuk evaluasi kebijakan. Menampung keluhan atau kendala petani dalam pemupukan untuk dicarikan solusi.
Babinsa setempat mungkin terlibat dalam program pemupukan berimbangyang dicanangkan pemerintah, dengan mengajarkan petani menggunakan Pupuk Organik dan Pupuk Anorganiksecara proporsional.Mereka juga bisa membanntu penggunaan alat pemupukan (seperti alat penebar pupuk) untuk meningkatkan efisiensi.Jika pascapemupukan, Babinsa dapat membantu mengkoordinasikan penanganannya dengan dinas pertanian.Kurangnya pengetahuan teknis pertanian yang mendalam (Babinsa bukan ahli pertanian, tetapi berperan sebagai pendamping umum.- Keterbatasan waktu jika wilayah binaannya luas.Dinamika sosial di desa yang membutuhkan pendekatan persuasif.
Peran Babinsa dalam pendampingan pemupukan padi di Desa Balongrejo bersifat kolaboratif, edukatifl dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan desa. Keberhasilan peran ini sangat tergantung pada sinergi dengan penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan partisipasi aktif petani.











