Nganjuk – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan memastikan ketersediaan sumber air untuk lahan pertanian, Babinsa Desa Rejoso Koramil 0810/15 Rejoso Serma Edi Purnomo melaksanakan pendampingan kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Kelompok Tani dalam kegiatan pencarian sumber mata air menggunakan metode geolistrik dengan bantuan peralatan dari IRPOM di wilayah Desa Rejoso, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Jumat (17/07/2026)
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui potensi keberadaan sumber air bawah tanah yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi geolistrik, tim dapat memetakan struktur lapisan tanah sehingga lokasi yang memiliki potensi kandungan air dapat diketahui secara lebih akurat sebelum dilakukan pengeboran.
Babinsa Desa Rejoso Serma Edi Purnomo mengatakan bahwa pendampingan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam mendukung setiap program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Menurutnya, ketersediaan air merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian, terlebih saat memasuki musim kemarau yang sering menyebabkan berkurangnya pasokan air.
“Sebagai Babinsa, kami selalu siap mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Semoga hasil survei geolistrik ini dapat menemukan titik sumber air yang potensial sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah masyarakat dan meningkatkan hasil panen,” ungkap Babinsa….
Selama kegiatan berlangsung, Babinsa bersama PPL dan tim teknis IRPOM melakukan peninjauan di beberapa titik yang dinilai memiliki potensi sumber air. Peralatan geolistrik kemudian dioperasikan untuk mengukur kondisi bawah permukaan tanah, sementara hasil pengukuran dicatat sebagai bahan analisis guna menentukan lokasi yang paling layak untuk dilakukan pengeboran sumur.
PPL setempat, Sdri. Yesinta, SP menjelaskan bahwa penggunaan teknologi geolistrik menjadi salah satu metode yang efektif dalam pencarian sumber air bawah tanah karena mampu memberikan gambaran kondisi lapisan tanah secara ilmiah. Dengan demikian, risiko kegagalan pengeboran dapat diminimalkan sehingga penggunaan anggaran maupun tenaga menjadi lebih efisien. Ujarnya…
Selain melakukan pendampingan, Babinsa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkomunikasi dengan para petani mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, memanfaatkan air secara bijaksana, serta terus mendukung berbagai program pemerintah di bidang pertanian guna mewujudkan swasembada pangan.
Melalui sinergi antara Babinsa, PPL, tim IRPOM, dan masyarakat, diharapkan upaya pencarian sumber mata air ini dapat memberikan hasil yang optimal. Keberadaan sumber air yang memadai nantinya akan menjadi solusi bagi kebutuhan irigasi pertanian di Desa Rejoso, sehingga produktivitas lahan dapat terus meningkat dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Rejoso semakin kuat.













