Berita  

Babinsa Rejoso Dampingi Survei Geolistrik, Upaya Dukung Ketersediaan Air untuk Lahan Pertanian

 

Rejoso – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan membantu mengatasi kebutuhan air bagi lahan pertanian, Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Kodim 0810/Nganjuk melaksanakan pendampingan kegiatan pencarian sumber air menggunakan metode geolistrik untuk mendukung rencana pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) di wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah awal dalam upaya menemukan titik sumber air yang nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian, khususnya dalam menghadapi musim kemarau.

Dalam kegiatan di lapangan, Babinsa bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan masyarakat dan kelompok tani. Pendampingan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi lahan pertanian serta kebutuhan pengairan yang ada di wilayah binaan.

Babinsa juga mengajak masyarakat dan kelompok tani untuk ikut mendukung serta menjaga sarana pengairan apabila nantinya sumber air berhasil ditemukan dan pembangunan Irpom dapat direalisasikan.

“Program ini tentunya harus didukung dan dijaga bersama. Apabila nantinya sumber air berhasil ditemukan dan fasilitas Irpom dapat direalisasikan, kami berharap masyarakat, khususnya kelompok tani, dapat menjaga dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Babinsa.

Pendampingan Babinsa tersebut tidak hanya sebatas hadir di lokasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat. Melalui komunikasi yang dilakukan secara langsung, Babinsa dapat mengetahui berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi masyarakat, khususnya para petani.

Sementara itu, Sdr. Heru selaku Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) mengatakan, keberadaan Irigasi Perpompaan nantinya diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian.

“Dengan adanya dukungan sarana Irpom dan sumber air yang memadai, kami berharap lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Petani juga memiliki peluang untuk meningkatkan intensitas tanam dan menjaga produktivitas tanaman pangan,” ungkap Heru.

Menurutnya, ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan usaha pertanian. Karena itu, upaya pencarian sumber air melalui survei geolistrik diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah tersebut.

Danramil 0810/15 Rejoso, Kapten Arm Winarto, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong terjalinnya sinergi antara TNI, pemerintah desa, petugas pertanian, kelompok tani dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Sinergi di lapangan sangat diperlukan agar setiap program yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai harapan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami akan terus mendampingi masyarakat sesuai tugas dan fungsi kewilayahan, termasuk dalam mendukung program pertanian dan penyediaan sumber air untuk menunjang produktivitas lahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan sarana pengairan yang memadai diharapkan mampu membantu petani dalam mengoptimalkan lahan pertanian, terutama saat musim kemarau. Untuk itu, apabila Irpom nantinya dapat direalisasikan, masyarakat diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut secara bersama-sama.

Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., mengatakan bahwa pendampingan Babinsa dalam kegiatan pencarian sumber air merupakan bentuk dukungan TNI terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial harus senantiasa hadir di tengah masyarakat. Pendampingan terhadap kegiatan pertanian menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala yang dihadapi di wilayah, termasuk persoalan ketersediaan air untuk pertanian,” jelasnya.

Dandim menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan sinergi dan keterlibatan seluruh pihak. TNI melalui jajaran Babinsa akan terus melakukan pendampingan serta membantu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pihak-pihak terkait.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan hasil yang baik dan nantinya sumber air yang dibutuhkan dapat ditemukan. Jika fasilitas Irpom dapat direalisasikan, hendaknya dimanfaatkan dan dirawat bersama agar memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya para petani,” pungkasnya.

Melalui pendampingan tersebut, diharapkan upaya pencarian sumber air dapat mendukung terwujudnya sarana Irigasi Perpompaan yang mampu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Ketersediaan air yang cukup diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan intensitas tanam dan mempertahankan produktivitas tanaman pangan. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Rejoso.

Exit mobile version