Dukung Ketahanan Pangan, Koramil Rejoso Dampingi Pencarian Sumber Air dengan Geolistrik untuk Pengeboran Irigasi Perpompaan
Nganjuk – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan sekaligus membantu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Kodim 0810/Nganjuk, Sertu Hendro Prasetyo, melaksanakan pendampingan kegiatan pencarian sumber air menggunakan metode geolistrik sebagai persiapan pengeboran Irigasi Perpompaan (Irpom) di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan pencarian sumber air tersebut dilakukan dengan melibatkan petugas atau tim teknis yang memiliki kompetensi dalam pengoperasian peralatan geolistrik. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi lapisan bawah tanah sekaligus menentukan titik yang berpotensi memiliki sumber air sebelum dilakukan proses pengeboran.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa hadir secara langsung di lokasi untuk memberikan pendampingan, membantu koordinasi dengan masyarakat serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.
Sertu Hendro Prasetyo menjelaskan bahwa pendampingan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam membantu menyukseskan program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Babinsa terhadap masyarakat, terutama para petani. Ketersediaan air sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pertanian. Dengan adanya pencarian sumber air menggunakan geolistrik ini, diharapkan dapat ditemukan titik sumber air yang tepat sehingga nantinya pembangunan Irigasi Perpompaan dapat memberikan manfaat secara maksimal,” ungkapnya.
Menurutnya, ketersediaan sumber air yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Oleh karena itu, pencarian titik sumber air secara tepat diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan sistem pengairan yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi lahan pertanian masyarakat.
Melalui program Irigasi Perpompaan, diharapkan ketersediaan air untuk lahan pertanian dapat lebih terjamin. Sumber air yang nantinya diperoleh melalui pengeboran dapat dimanfaatkan untuk membantu mengairi lahan pertanian sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi curah hujan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Babinsa juga aktif berkomunikasi dengan masyarakat dan kelompok tani. Komunikasi tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan pengairan lahan pertanian yang ada di wilayah binaan.
Selain melakukan pendampingan, Babinsa turut mengimbau masyarakat agar nantinya sarana Irpom yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat secara bersama-sama sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Program ini tentunya harus didukung dan dijaga bersama. Apabila nantinya sumber air berhasil ditemukan dan fasilitas Irpom dapat direalisasikan, kami berharap masyarakat, khususnya kelompok tani, dapat menjaga dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Sertu Hendro.
Pendampingan Babinsa tidak hanya sebatas hadir di lokasi kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan masyarakat diharapkan mampu membangun komunikasi yang semakin baik serta memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program pembangunan di wilayah.
Sementara itu, Heru selaku Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) menyampaikan bahwa keberadaan Irigasi Perpompaan nantinya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian di Desa Tritik.
Menurutnya, dengan dukungan sumber air yang memadai, petani memiliki peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan intensitas tanam serta menjaga produktivitas tanaman pangan. Ketersediaan air juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam menghadapi perubahan kondisi musim yang dapat memengaruhi kegiatan pertanian.
Program Irigasi Perpompaan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan pertanian dan peningkatan ketersediaan sarana pendukung bagi petani.
Melalui pendampingan di wilayah, TNI AD melalui Babinsa akan terus berperan aktif membantu masyarakat serta bersinergi dengan pemerintah desa, petugas pertanian dan kelompok tani dalam mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Danramil 0810/15 Rejoso, Kapten Arm Winarto, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendorong terjalinnya kerja sama antara TNI, pemerintah desa, petugas pertanian, kelompok tani dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Sinergi di lapangan sangat diperlukan agar setiap program yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai harapan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami akan terus mendampingi masyarakat sesuai tugas dan fungsi kewilayahan, termasuk dalam mendukung program pertanian dan penyediaan sumber air untuk menunjang produktivitas lahan pertanian,” tegas Kapten Arm Winarto.
Lebih lanjut, Danramil berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menjaga dan memanfaatkan setiap sarana pertanian yang nantinya telah dibangun. Dengan adanya kerja sama dan kepedulian bersama, fasilitas Irigasi Perpompaan diharapkan mampu mendukung ketersediaan air secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi para petani di wilayah Desa Tritik.
Kegiatan pendampingan pencarian sumber air dengan metode geolistrik tersebut menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang pertanian. Kehadiran aparat kewilayahan diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus membantu mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Nganjuk.













