NGANJUK – Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI, pemerintah desa, pekerja serta masyarakat terus ditunjukkan dalam pembangunan Masjid Al Husayn yang berada di Dukuh Bogorjo, Dusun Cabean, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk.
Pembangunan tempat ibadah tersebut menjadi salah satu wujud nyata kepedulian bersama dalam mendukung tersedianya sarana keagamaan yang representatif bagi masyarakat. Di tengah proses pembangunan yang masih berjalan, seluruh unsur yang terlibat terus bahu-membahu mengerjakan setiap tahapan pekerjaan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
Dalam pelaksanaan di lapangan, kegiatan pembangunan Masjid Al Husayn berada di bawah tanggung jawab Bapak Untung selaku penanggung jawab pelaksana di lapangan. Hingga saat ini, progres pelaksanaan pembangunan telah mencapai sekitar 1,8 persen.
Adapun pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi pemasangan pondasi batu kumbung serta perakitan besi sloop sebagai bagian penting dalam memperkuat konstruksi bangunan masjid.
Meskipun progres pembangunan masih berada pada tahap awal, pekerjaan terus dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan material, tenaga kerja dan kondisi di lapangan. Setiap pekerjaan dikerjakan secara bersama-sama agar pembangunan dapat berjalan dengan baik, aman dan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.
Kegiatan tersebut juga menjadi gambaran kuatnya budaya gotong royong masyarakat Desa Sugihwaras. Sebanyak 20 orang masyarakat turut terlibat secara langsung membantu proses pembangunan. Kehadiran warga secara sukarela menjadi kekuatan tersendiri dalam mempercepat pekerjaan sekaligus mempererat hubungan kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, personel yang terlibat terdiri dari 3 orang TNI, 1 orang perangkat desa, 6 orang tukang/kuli, serta 20 orang masyarakat. Seluruh unsur tersebut bekerja secara bersama-sama, saling membantu dan melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Bagi masyarakat, pembangunan Masjid Al Husayn bukan sekadar mendirikan sebuah bangunan. Masjid tersebut diharapkan nantinya menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus tempat berkumpulnya masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Kehadiran personel TNI dalam kegiatan pembangunan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan di tengah masyarakat, TNI tidak hanya hadir dalam tugas pertahanan, tetapi juga ikut mendorong semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di wilayah binaan.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T. menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan Masjid Al Husayn.
“Pembangunan tempat ibadah seperti Masjid Al Husayn merupakan kepentingan bersama. Semangat gotong royong antara TNI, pemerintah desa, pekerja dan masyarakat harus terus dipelihara. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan di tengah masyarakat,” ujar Dandim.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Ketika seluruh unsur dapat bersatu dan bekerja bersama, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan dan dapat diselesaikan secara bertahap.
Dandim juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan kualitas pekerjaan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami berharap pembangunan Masjid Al Husayn dapat berjalan lancar, aman dan sesuai dengan rencana. Yang paling utama adalah menjaga kekompakan, keselamatan dalam bekerja serta kualitas pembangunan, sehingga nantinya masjid ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, pembangunan Masjid Al Husayn di Dukuh Bogorjo, Dusun Cabean, Desa Sugihwaras diharapkan dapat terus mengalami kemajuan. Dukungan masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat menjadi modal penting untuk mewujudkan tempat ibadah yang nantinya dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.
Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti bahwa gotong royong bukan hanya sebuah tradisi, tetapi kekuatan nyata yang mampu menggerakkan masyarakat untuk membangun fasilitas bersama demi kepentingan generasi mendatang.













