Berita  

Kebakaran Kebun Jati di Loceret, Dua Unit Damkar Dikerahkan! Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bergerak Bersama Warga

NGANJUK – Kebakaran melanda kebun jati milik Sukarji (57), yang berada di wilayah RT 002/RW 010, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Peristiwa yang diduga dipicu pembakaran sampah tersebut memicu respons cepat petugas pemadam kebakaran bersama aparat kewilayahan dan masyarakat untuk mencegah api terus meluas.

Kejadian diketahui pada pukul 17.30 WIB, ketika Eko Setiawan (33) melihat kobaran api dari arah kebun jati milik Sukarji. Menyadari adanya potensi bahaya, Eko segera menghubungi perangkat desa setempat, melaporkan kejadian kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Ngepeh, serta menghubungi petugas siaga pemadam kebakaran.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Pada pukul 17.45 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Pace tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Dalam penanganan tersebut, petugas Damkar dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas serta warga sekitar. Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi bagian penting dalam mempercepat proses penanganan kebakaran dan mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke area lain.

Petugas melakukan pemadaman dengan mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat di sekitar lokasi. Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut membantu mendukung kelancaran penanganan bersama petugas Damkar dan warga.

Berkat upaya pemadaman yang dilakukan secara bersama-sama, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 19.30 WIB. Setelah memastikan penanganan selesai, dua unit tim pemadam kebakaran Pos Pace meninggalkan lokasi pada pukul 19.45 WIB.

Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah

Berdasarkan informasi awal, kebakaran tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan hanya berdasarkan dugaan awal tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran sampah, terutama di sekitar kebun yang dipenuhi pepohonan, ranting dan dedaunan kering. Kondisi lingkungan yang mudah terbakar dapat meningkatkan risiko api menjalar apabila tidak diawasi dengan baik.

Masyarakat diimbau tidak meninggalkan api menyala tanpa pengawasan serta memastikan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.

Sinergi Aparat dan Warga dalam Penanganan Kebakaran

Keterlibatan Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas Damkar dan masyarakat menunjukkan pentingnya koordinasi cepat ketika terjadi situasi darurat di wilayah pedesaan. Pelaporan sejak awal memungkinkan petugas segera menuju lokasi dan melakukan penanganan.

Kehadiran aparat kewilayahan juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan dan lingkungan sekitar.

Melalui koordinasi yang baik, penanganan kebakaran kebun jati di Desa Ngepeh dapat diselesaikan pada malam hari. Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap sumber api dan kepedulian bersama merupakan kunci penting dalam mencegah kebakaran meluas.

Catatan: Informasi mengenai luas kebun yang terbakar, kerugian material, korban, serta nama Babinsa dan Bhabinkamtibmas belum tercantum dalam laporan awal, sehingga tidak ditambahkan dalam rilis ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *