NGANJUK – Kepanikan sempat menyelimuti warga Dusun Wates, Desa Baron, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jumat (28/8/2026). Kobaran api yang dengan cepat membesar melalap dapur rumah sekaligus kandang ternak milik Bapak Abdul.
Melihat api yang terus membesar, warga sekitar langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan. Aparat kewilayahan jajaran Kodim 0810/Nganjuk turut melakukan pemantauan dan membantu penanganan kejadian bersama masyarakat serta petugas Pemadam Kebakaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Bapak Abdul tengah menghangatkan sayur menggunakan tungku di dapur rumahnya. Setelah tungku dinyalakan, ia kemudian pergi ke kebun untuk mencari pakan ternak.
Namun, tungku tersebut diduga masih menyala dan ditinggalkan tanpa pengawasan. Api kemudian diduga menjalar ke bagian dapur yang terbuat dari bahan mudah terbakar hingga dengan cepat membesar.
Sekitar pukul 11.10 WIB, kobaran api telah terlihat menyambar kandang ternak milik korban. Menyadari situasi tersebut, Bapak Abdul langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian bergegas menuju lokasi untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Warga bahu-membahu berupaya mencegah kobaran api semakin meluas ke bangunan lain dan permukiman di sekitarnya. Petugas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi sekitar pukul 11.35 WIB kemudian langsung bergabung melakukan pemadaman.
Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh pihak di lapangan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.57 WIB. Situasi di lokasi pun berangsur kembali kondusif.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi korban. Tiga ekor kambing dilaporkan turut terbakar, sementara bagian dapur dan kandang ternak mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Total kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta.
Menanggapi kejadian tersebut, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arm M. Taufan menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami warga. Ia mengapresiasi respons cepat masyarakat yang bergotong royong membantu proses pemadaman sebelum api semakin meluas.
Menurut Dandim, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam penggunaan tungku, kompor, maupun sumber api lainnya di lingkungan rumah.
«“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dan memastikan sumber api tidak ditinggalkan dalam keadaan menyala tanpa pengawasan,” ujar Letkol Arm M. Taufan.»
Dandim juga menekankan pentingnya kepedulian dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Menurutnya, respons cepat serta semangat gotong royong menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak suatu bencana.
«“Kami mengapresiasi warga yang dengan cepat memberikan pertolongan dan bergotong royong membantu penanganan kebakaran. Sinergi antara masyarakat, aparat kewilayahan dan instansi terkait harus terus dijaga, karena keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.»
Kodim 0810/Nganjuk melalui jajaran aparat teritorial akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya membantu mengatasi berbagai kesulitan dan permasalahan yang terjadi di wilayah.
Dandim berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bersama agar masyarakat semakin memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat menggunakan peralatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Musibah kebakaran di Dusun Wates tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Ketika bahaya datang, warga tanpa ragu saling membantu dan bersama-sama berupaya menyelamatkan lingkungan sekitar.
Pasca kejadian, kondisi di lokasi telah kembali aman dan kondusif. Aparat kewilayahan bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi serta memastikan situasi masyarakat tetap terkendali.
Pendim 0810/Nganjuk













