NGANJUK – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Salah satunya melalui program percepatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan oleh Koramil 0810/16 Sukomoro di Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Rabu (29/07/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Serka Nyoto Heru Subagyo selaku Bati Bakti TNI Koramil 0810/16 Sukomoro bersama anggota Koramil yang bahu-membahu melaksanakan gotong royong bersama masyarakat dalam mempercepat proses pembangunan rumah milik warga yang sebelumnya masuk kategori tidak layak huni.
Sejak pagi hari, personel Koramil bersama warga terlihat bekerja tanpa mengenal lelah mengerjakan berbagai tahapan pembangunan, mulai dari pemasangan dinding, perbaikan struktur bangunan, hingga penyelesaian bagian-bagian rumah yang menjadi prioritas. Seluruh pekerjaan dilakukan secara bergotong royong sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap sesama sekaligus mempercepat penyelesaian rumah agar segera dapat dihuni oleh pemiliknya.
Serka Nyoto Heru Subagyo mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak.
“Program RTLH ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan semangat serta mendorong tumbuhnya budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, rumah merupakan kebutuhan dasar setiap keluarga yang memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal, tempat berlindung, sekaligus tempat membina kehidupan keluarga yang sehat, aman, dan nyaman. Oleh karena itu, percepatan pembangunan RTLH menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Selama pelaksanaan kegiatan, sinergi antara anggota Koramil, perangkat desa, dan masyarakat tampak begitu solid. Warga dengan sukarela memberikan tenaga serta bantuan material pendukung sehingga pekerjaan dapat berlangsung dengan lancar. Semangat kebersamaan yang terbangun menjadi bukti kuat bahwa budaya gotong royong masih terpelihara dengan baik di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Melalui kebersamaan tersebut, diharapkan proses pembangunan rumah dapat selesai sesuai target sehingga penerima manfaat dapat segera menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan memberikan rasa aman bagi seluruh anggota keluarganya.
Selain membantu pembangunan fisik, kehadiran aparat kewilayahan juga menjadi sarana mempererat komunikasi sosial dengan masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menjadi bagian penting dalam memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan di wilayah.
Di tempat terpisah, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan menyampaikan bahwa program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni merupakan salah satu bentuk implementasi nyata kepedulian TNI AD terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, TNI ingin hadir memberikan solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat. Program RTLH bukan hanya membangun rumah secara fisik, tetapi juga membangun harapan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang harus terus dipelihara,” tegas Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menambahkan bahwa jajaran Kodim 0810/Nganjuk akan terus mendorong seluruh Koramil agar aktif membantu pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, baik melalui karya bakti, pembangunan RTLH, ketahanan pangan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Melalui program percepatan pembangunan RTLH tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat kehadiran TNI di tengah kehidupan mereka. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, berbagai persoalan sosial dapat diatasi secara bersama demi mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan semakin sejahtera.
