NGANJUK – Di tengah hamparan kebun cengkeh Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, semangat petani kembali bergeliat. Jajaran TNI Angkatan Darat melalui Babinsa Koramil 0810/05 Sawahan, Sertu Sudaryono, turun langsung ke kebun mendampingi warga dalam kegiatan panen cengkeh milik kelompok tani, Senin (07/09/2026).
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan panen tersebut menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap sektor pertanian sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah binaan.
Bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan para petani, Sertu Sudaryono turut bahu-membahu melakukan pemetikan cengkeh. Dengan penuh semangat, cengkeh yang telah memasuki masa panen dipetik dan dikumpulkan untuk selanjutnya diproses sesuai tahapan yang dilakukan para petani.
Bagi masyarakat Desa Ngliman, cengkeh bukan hanya komoditas pertanian. Tanaman tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan yang turut menopang kehidupan keluarga petani. Karena itu, keberhasilan panen memiliki arti penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pendampingannya, Babinsa tidak hanya membantu proses pemetikan. Sertu Sudaryono juga memberikan arahan kepada petani mengenai cara melakukan panen yang baik agar kualitas cengkeh tetap terjaga dan hasil panen dapat diperoleh secara maksimal.
“Kami hadir untuk memotivasi dan mendampingi petani. Harapannya, dengan perawatan dan cara panen yang benar, hasil cengkeh bisa maksimal dan harga jualnya juga bagus,” ujar Sertu Sudaryono.
Menurutnya, pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas kewilayahan Babinsa. Dengan turun langsung ke lapangan, Babinsa dapat mengetahui kondisi pertanian sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengembangkan potensi yang dimiliki wilayahnya.
Tidak hanya soal hasil panen, pendampingan tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara TNI, petani, PPL dan masyarakat. Kebersamaan di tengah kebun menciptakan hubungan yang semakin dekat dan membuka ruang untuk saling bertukar informasi mengenai berbagai persoalan pertanian.
Sementara itu, Bapak Wasis selaku pemilik lahan, mengapresiasi kehadiran Babinsa yang bersedia turun langsung membantu petani.
“Kami senang ada Babinsa yang mau turun ke kebun. Jadi tambah semangat dan ada ilmu baru tentang perawatan cengkeh,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Babinsa di wilayah binaan tidak hanya berkaitan dengan bidang keamanan dan ketertiban. Prajurit juga hadir mendampingi masyarakat dalam berbagai sektor, termasuk pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga.
Bagi petani, dukungan moral dan kehadiran langsung Babinsa menjadi motivasi tersendiri. Di tengah pekerjaan yang membutuhkan ketekunan, kebersamaan membuat proses panen terasa lebih ringan.
Satu per satu bunga cengkeh dipetik, dikumpulkan dan menjadi hasil dari kerja keras petani selama berbulan-bulan. Di balik setiap hasil panen terdapat ketekunan, perawatan dan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melalui pendampingan tersebut, Babinsa Koramil 0810/05 Sawahan terus berupaya mendorong masyarakat agar mampu mengoptimalkan potensi pertanian di wilayahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana prajurit hadir bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan, tetapi juga mendampingi dan memberikan motivasi ketika masyarakat sedang berjuang meningkatkan perekonomian.
Dari kebun cengkeh Desa Ngliman, TNI bersama petani menanam semangat, merawat harapan dan memetik hasil.
Dengan sinergi antara Babinsa, PPL dan petani, diharapkan produktivitas cengkeh dapat terus meningkat, kualitas hasil panen semakin baik dan pada akhirnya mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
TNI hadir di tengah petani, bekerja bersama petani dan mendukung petani. Karena ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat dimulai dari tangan-tangan petani yang terus bekerja untuk negeri.













