Berita  

Sebelum Jembatan Berdiri, Doa Dipanjatkan: Babinsa dan Warga Gelar Tasyakuran Pembangunan Jembatan Garuda

NGANJUK – Sebelum pembangunan Jembatan Garuda dilanjutkan hingga menjadi akses penghubung yang diharapkan masyarakat, rasa syukur dan doa bersama terlebih dahulu dipanjatkan. Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Serka Wulyono bersama warga masyarakat melaksanakan kegiatan tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas dimulainya pembangunan Jembatan Garuda di wilayah binaan.

Kegiatan tasyakuran tersebut menjadi momentum kebersamaan sekaligus doa bersama agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar, aman dan sesuai dengan rencana hingga selesai. Lebih dari itu, masyarakat berharap jembatan yang dibangun nantinya benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjawab kebutuhan akses warga.

Suasana penuh kekeluargaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Babinsa bersama masyarakat dan sejumlah pihak yang hadir mengikuti rangkaian tasyakuran dengan penuh khidmat. Doa bersama menjadi bagian penting sebelum pembangunan memasuki tahapan selanjutnya.

Bagi masyarakat, pembangunan Jembatan Garuda bukan sekadar pembangunan sebuah infrastruktur. Keberadaan jembatan diharapkan dapat membuka akses yang lebih mudah bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk mendukung kegiatan perekonomian dan mobilitas masyarakat.

Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Serka Wulyono mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat.

“Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Garuda sudah dimulai. Tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur kita bersama sekaligus doa agar pembangunan dapat berjalan lancar sampai selesai dan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Serka Wulyono.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan di wilayah binaan tidak hanya sebatas melakukan pemantauan, tetapi juga membangun komunikasi dan kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat.

Melalui kebersamaan tersebut, Babinsa dapat mengetahui berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan di wilayah.

Jembatan Baru, Harapan Baru bagi Warga

Dimulainya pembangunan Jembatan Garuda disambut baik masyarakat. Warga berharap proses pembangunan dapat berjalan tanpa kendala sehingga jembatan dapat segera digunakan untuk menunjang aktivitas mereka.

“Semoga pembangunan Jembatan Garuda ini diberikan kelancaran, tidak ada kendala dan nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik,” harap salah seorang warga.

Harapan tersebut menjadi bagian dari semangat masyarakat untuk memiliki akses yang lebih baik. Jembatan yang nantinya selesai dibangun diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus memberikan kemudahan dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Serka Wulyono menambahkan bahwa dukungan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga kelancaran pembangunan.

“Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Setelah selesai nantinya, mari kita bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Dandim Nganjuk: Bangun Infrastruktur, Bangun Kebersamaan

Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh pihak.

“Setiap pembangunan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat tentu membutuhkan dukungan bersama. Semangat gotong royong harus terus dipelihara agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga,” ujar Dandim.

Menurutnya, keberadaan Babinsa di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergitas dalam mendukung pembangunan di wilayah.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat berjalan lancar hingga selesai. Yang terpenting setelah nantinya dapat digunakan, masyarakat bersama-sama menjaga dan merawatnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Letkol Arh M. Taufan.

Kegiatan tasyakuran berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kekeluargaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas dimulainya pembangunan Jembatan Garuda, tetapi juga mempererat silaturahmi antara Babinsa dan masyarakat.

Dari doa yang dipanjatkan hingga gotong royong yang dilakukan, pembangunan Jembatan Garuda menjadi simbol harapan baru bagi warga sekaligus wujud kebersamaan TNI dan rakyat dalam membangun wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *