Berita  

Tak Kenal Lelah, Babinsa Rejoso Genjot Bedah RTLH Demi Wujudkan Rumah Layak bagi Warga Wengkal

Nganjuk – Komitmen TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata di wilayah binaan. Tak kenal lelah, Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Kodim 0810/Nganjuk, Serka Suwarji, bersama warga terus menggenjot percepatan pengerjaan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Yulia di Desa Wengkal, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Senin (3/8/2026).

Sejak pagi hari, suasana gotong royong terlihat di lokasi pengerjaan rumah. Serka Suwarji bersama warga bahu-membahu mengerjakan berbagai tahapan pembangunan, mulai dari pemasangan bata, plesterisasi dinding, pengadukan material hingga penyelesaian bagian-bagian bangunan lainnya.

Di tengah aktivitas pembangunan tersebut, terlihat semangat kebersamaan yang begitu kuat. Tanpa mengenal perbedaan, Babinsa dan masyarakat saling membantu agar proses rehabilitasi rumah dapat berjalan lebih cepat dan segera memberikan hasil yang dapat dirasakan oleh pemilik rumah.

Bagi warga penerima manfaat, pembangunan RTLH bukan sekadar memperbaiki bangunan yang sebelumnya kurang layak. Lebih dari itu, program tersebut menjadi harapan baru untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat dan nyaman bagi keluarga.

Kehadiran Babinsa dalam pengerjaan RTLH juga menjadi bukti kepedulian TNI AD terhadap kesulitan masyarakat. Selain memberikan tenaga, Babinsa turut mendorong dan mengajak warga untuk mempertahankan budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Danramil 0810/15 Rejoso, Kapten Arm Winarto, mengatakan bahwa program RTLH merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Program RTLH bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun kepedulian, kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran Babinsa diharapkan mampu menjadi penggerak dalam membantu mengatasi kesulitan warga di wilayah binaannya,” ujar Kapten Arm Winarto.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa bersama masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan sehingga rumah yang direhabilitasi dapat segera diselesaikan dan ditempati oleh penerima manfaat.

“Dengan gotong royong dan sinergi seluruh pihak, kami berharap pembangunan ini dapat selesai sesuai target. Yang terpenting, rumah ini nantinya bisa menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Ibu Yulia selaku pemilik rumah mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan Babinsa bersama masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dan warga sangat membantu proses pembangunan rumah yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama apabila dikerjakan sendiri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Babinsa dan warga yang ikut membantu. Dengan adanya gotong royong seperti ini, pembangunan rumah menjadi lebih cepat,” ungkap Ibu Yulia.

Kegiatan rehabilitasi RTLH tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. TNI hadir bukan hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat dalam membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi warga.

Melalui sinergi antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat, program RTLH di Desa Wengkal diharapkan dapat diselesaikan dengan baik sesuai target. Rumah yang nantinya berdiri kokoh diharapkan bukan hanya menjadi hunian yang lebih layak, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan menjadi wujud nyata komitmen TNI AD untuk terus berada di tengah-tengah rakyat. Dari gotong royong sederhana, tumbuh kepedulian; dari kepedulian, lahir harapan baru bagi masyarakat untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *