Berita  

TNI dan Masyarakat Gotong Royong Laksanakan Pengecoran Jembatan Perintis Garuda di Desa Sumberwindu

NGANJUK – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Sumberwindu, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan infrastruktur serta mempermudah akses dan mobilitas masyarakat di wilayah Desa Sumberwindu.

Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan difokuskan pada pengecoran pondasi jembatan. Proses pengerjaan dilakukan secara bersama-sama oleh personel TNI, tenaga tukang, kuli, serta masyarakat setempat dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Berdasarkan hasil pelaksanaan di lapangan, progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda saat ini mencapai sekitar 7 persen. Jembatan yang dibangun berjumlah 1 unit.

Dalam kegiatan tersebut, personel yang terlibat terdiri dari 4 orang TNI, 2 orang tukang, 4 orang kuli, serta 15 orang masyarakat, sehingga total terdapat 25 orang yang bergotong royong dalam proses pengerjaan.

Sejak pagi, para personel dan masyarakat tampak bekerja bersama di lokasi pembangunan. Material pembangunan disiapkan dan digunakan untuk proses pengecoran pondasi, sementara sebagian pekerja melakukan pekerjaan pendukung di sekitar area jembatan.

Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Dengan adanya keterlibatan masyarakat secara langsung, pembangunan tidak hanya menjadi pekerjaan fisik semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

TNI Dorong Semangat Gotong Royong

Kegiatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda juga menjadi salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Personel TNI yang terlibat bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan sesuai tahapan pembangunan yang telah direncanakan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pembangunan jembatan dapat berjalan secara bertahap hingga selesai dan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran akses serta aktivitas warga.

Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan menyampaikan bahwa keterlibatan personel TNI dalam pembangunan di wilayah merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Dengan bekerja bersama, pekerjaan yang dilaksanakan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Letkol Arh M. Taufan.

Dandim juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang ikut terlibat secara langsung dalam proses pembangunan.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong. Infrastruktur yang dibangun bersama nantinya juga akan digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga diperlukan kepedulian bersama untuk menjaga serta merawatnya,” tambahnya.

Progres Pembangunan Terus Dikebut

Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai sekitar 7 persen, pengerjaan Jembatan Perintis Garuda akan dilanjutkan sesuai tahapan pembangunan. Pada kegiatan tanggal 23 September 2026 tersebut, fokus pekerjaan adalah penyelesaian pengecoran pondasi sebagai bagian penting dari struktur jembatan.

Seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat terus menjaga koordinasi dan kerja sama selama proses pembangunan berlangsung. Selain memperhatikan pencapaian target pekerjaan, faktor keselamatan selama pelaksanaan pembangunan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sumberwindu dan sekitarnya. Keberadaan akses yang lebih baik nantinya diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan sosial maupun aktivitas sehari-hari.

Exit mobile version