Berita  

TNI Hadir di Tengah Kesulitan Rakyat,  Koramil   Sawahan Dampingi Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

 

NGANJUK – Kehadiran TNI Angkatan Darat di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui peran aktif aparat kewilayahan dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa. Babinsa Koramil 0810/05 Sawahan terus melaksanakan pendampingan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Dusun Mekuto dengan Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Kamis (30/07/2026).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk membuka akses transportasi masyarakat yang selama ini mengalami berbagai keterbatasan. Kehadiran Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan menjadi bukti nyata komitmen TNI AD untuk selalu hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat di wilayah binaannya.

Sejak dimulainya pembangunan, Babinsa Desa Bareng Koramil 0810/05 Sawahan, Serda Risa Hertanto, secara aktif mendampingi masyarakat dalam setiap proses pekerjaan. Bersama warga, Babinsa terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong mulai dari pembersihan lokasi, penggalian pondasi, pengangkutan material, hingga membantu berbagai pekerjaan konstruksi sesuai kebutuhan di lapangan.

Semangat kebersamaan tampak begitu kuat selama pelaksanaan pembangunan. Tanpa mengenal lelah, Babinsa dan masyarakat bekerja bahu-membahu demi mempercepat penyelesaian jembatan yang selama ini menjadi harapan besar warga. Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi motivator yang mampu membangkitkan semangat gotong royong masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Serda Risa Hertanto mengatakan bahwa pendampingan pembangunan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang melekat pada seorang Babinsa.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, TNI harus berada di barisan terdepan. Pendampingan pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam membantu mempercepat pembangunan serta memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan jembatan nantinya akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses transportasi, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempermudah mobilitas warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, dan pusat kegiatan ekonomi lainnya.

Selama ini, masyarakat Dusun Mekuto dan Desa Bareng harus menghadapi berbagai kendala akibat terbatasnya akses penghubung antardusun. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong percepatan pembangunan desa.

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan juga menunjukkan tingginya semangat gotong royong yang masih terpelihara dengan baik. Warga dari berbagai kalangan secara bergantian hadir di lokasi pekerjaan untuk memberikan tenaga sesuai kemampuan masing-masing. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi pemandangan yang mencerminkan kuatnya nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tidak hanya membantu pekerjaan fisik, Babinsa juga terus menjalin komunikasi sosial dengan warga dan perangkat desa guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana. Pendekatan humanis tersebut semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis, aman, dan kondusif.

Masyarakat Desa Bareng memberikan apresiasi atas kepedulian dan kehadiran Babinsa yang selalu berada di tengah-tengah mereka. Menurut warga, kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi penyemangat dalam menyelesaikan pembangunan yang telah lama dinantikan.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar membangun sarana fisik, melainkan juga membangun semangat persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta menumbuhkan budaya gotong royong sebagai warisan luhur bangsa Indonesia.

Exit mobile version