Nganjuk – Upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga dapat dimulai dari lingkungan rumah sendiri. Hal tersebut dibuktikan oleh Mas Afal, seorang peternak ayam kampung di Desa Pace Wetan, Kecamatan Cangkringan, yang sukses mengembangkan usaha peternakan ayam meski dengan keterbatasan lahan.
Usaha peternakan yang diberi nama Mas Afal Farm ini membudidayakan ayam kampung KUB 2 Janaka serta ayam petelur Elba. Dengan memanfaatkan lahan sempit di samping rumah, Mas Afal Farm mampu memelihara sekitar 500 ekor ayam secara efisien.
Hasil dari peternakan tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan telur dan daging bagi keluarga, namun juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi rumah tangga. Bahkan, usaha ini kini berkembang hingga mampu memproduksi dan menjual bibit ayam kampung KUB 2 Janaka serta ayam Elba.
Untuk mengatasi keterbatasan lahan, Mas Afal menerapkan sistem kandang model apartemen, yang dinilai efektif dan efisien untuk lingkungan permukiman padat. Selain itu, pengelolaan kebersihan kandang dilakukan dengan baik sehingga bau amonia dari kotoran ayam dapat ditekan dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
“Awalnya beternak hanya untuk memenuhi kebutuhan telur dan daging keluarga. Alhamdulillah, seiring waktu usaha ini berkembang dan bisa menjadi sumber penghasilan,” ujar Mas Afal.
Model peternakan yang diterapkan Mas Afal Farm dinilai layak menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, dalam mendukung program swasembada pangan mandiri di tingkat keluarga sekaligus membuka peluang usaha produktif.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut atau tertarik bekerja sama, Mas Afal Farm dapat dihubungi melalui 0812-3226-9334.
Dengan pengelolaan yang tepat dan pemanfaatan lahan sempit secara optimal, peternakan ayam kampung terbukti mampu menjadi solusi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga, bahkan di tengah kawasan permukiman padat.
