Berita  

BABINSA KORAMIL 0810/08 BARON DAMPINGI KADER POSYANDU, WUJUD NYATA DUKUNGAN TNI DALAM PENCEGAHAN STUNTING DAN PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT

Nganjuk – Dalam rangka mendukung program kesehatan masyarakat serta upaya percepatan penurunan angka stunting, Babinsa Desa Katerban Koramil 0810/08 Baron Kodim 0810/Nganjuk, Peltu Sumeh Kuswanto, melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu bersama kader kesehatan di Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Minggu (14/06/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang dilaksanakan Babinsa sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak yang menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Dalam pelaksanaannya, Peltu Sumeh Kuswanto turut mendampingi kader Posyandu dan tenaga kesehatan desa dalam berbagai pelayanan kesehatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan lansia, pelayanan kesehatan remaja, penimbangan balita, pengukuran tinggi badan balita, pemberian vitamin A, imunisasi, penyuluhan tumbuh kembang anak, pemeriksaan ibu hamil, hingga pemberian makanan tambahan bergizi berupa susu, kacang hijau, dan agar-agar.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi motivasi bagi para kader Posyandu yang selama ini bekerja secara sukarela dalam membantu meningkatkan kualitas kesehatan warga di tingkat desa.

Peltu Sumeh Kuswanto mengatakan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

“Posyandu merupakan salah satu sarana yang sangat efektif dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta menjaga kesehatan ibu hamil dan lansia. Kehadiran kami sebagai Babinsa merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya stunting sejak dini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengikuti kegiatan Posyandu secara rutin agar kondisi kesehatan keluarga dapat terus dipantau.

“Kami berharap para orang tua semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan anak secara berkala. Dengan pemantauan yang rutin, berbagai permasalahan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan tepat,” tambahnya.

Sementara itu, Bidan Desa Katerban, Ibu Yeni, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Babinsa yang selama ini selalu hadir mendukung berbagai program kesehatan di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Babinsa yang selalu aktif mendampingi setiap kegiatan Posyandu. Kehadiran beliau memberikan semangat bagi kader dan masyarakat sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman,” ungkapnya.

Menurutnya, sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan TNI sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas stunting.

Di tempat terpisah, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan memberikan apresiasi atas peran aktif Babinsa dalam mendukung kegiatan kesehatan masyarakat di wilayah binaannya.

“Babinsa merupakan ujung tombak satuan teritorial yang harus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk sektor kesehatan. Pendampingan terhadap kegiatan Posyandu merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan percepatan penurunan angka stunting,” tegas Dandim.

Lebih lanjut, Letkol Arh M. Taufan menegaskan bahwa kesehatan masyarakat merupakan salah satu pondasi utama dalam mewujudkan ketahanan nasional.

“Anak-anak yang sehat hari ini adalah generasi penerus bangsa di masa depan. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat harus bersinergi dalam mendukung program kesehatan, termasuk melalui kegiatan Posyandu yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat desa,” tambahnya.

Dengan adanya pendampingan yang dilakukan Babinsa bersama kader Posyandu, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Katerban dapat semakin optimal, angka stunting dapat ditekan, serta terwujud generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas guna mendukung pembangunan bangsa menuju Indonesia yang lebih maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *